Wa ushūlihim wa furū’ihim wa ahli silsilatihim wal ākhidzīna ‘anhum, syay ul lillāhi lahumul fātihah (Kemudian untuk arwah guru-guru dalam silsilah Thariqah Qadiriyyah dan Naqsyabandiyah dan seluruh ahli thariqah, khususnya untuk yang mulia pemimpin agung para wali, penolong besar, kutub alam semesta, Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jaylani Pelopor dan Penyebaran Tarekat Naqsabandiyah di Nusantara. Ajaran Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia pertama kali di perkenalkan oleh Syaikh Yusuf Al-Makassari (1626-1699). Syaikh Yusuf berasal dari Kerajaan Gowa Sulawesi. Seperti disebutkan dalam bukunya Safinah al-Najah ia telah mendapat ijazah dari Syaikh Naqsabandiyah yaitu Muhammad ’Abd Dzikir lisan ini ada dalilnya dalam Al-Qur’an dan sunnah. Karena itu, wahai saudaraku, tekunilah dzikir lisan hingga engkau bisa sampai dan mendapat kemuliaan dzikir dengan hati. Dzikir hati di dalam thariqah lain merupakan dzikir tingkatan kedua. Sedangkan bagi para pemuka Thariqah Naqsyabandiyah, dzikir hati merupakan langkah awal. Syekh Bahauddin Naqsyabandi wafat pada tahun 791 H (1391 M), dengan meninggalkan Tarikat Naqsyabandiyah yang tersebar luas di benua Asia dan Afrika.1 Nama “Naqsyabandiyah” menurut Syekh Najmuddin Amir al-Kurdi dalam kitabnya Tanwīrul Qulub berasal dari dua buah kata bahasa Arab, “naqsy” dan “band”. 1) Calon murid terlebih dahulu berkonsultasi dengan gurunya, dan menginap ditempat tertentu yang ditunjuk oleh gurunya selama beberapa hari dalam keadaan suci (berwudhu) 2) menjalankan shalat wajib serta sunahnya dengan bersungguh-sungguh. 3) Puasa. 4) memegang panji amar ma’ruf nahi munnkar. 5) bai’at istilah tarekat adalah Barokah. Karena begitulah puasa tarekat Naqsabandi yang terdahulu. Perhitungannya adalah Puasa Ramadhan 30 hari, ditambah dengan Puasa di bulan Syawal 6 hari, jadi puasa 36 hari maka balasannya sama dengan 360 hari, karena 30 x 10 = 300 hari pada bulan Ramadhan, ditambah 6 x 10 = 60 hari pada bulan Syawal, jika dijumlahkan sama dengan 360 hari. Seperti tarekat-tarekat yang lain, Tarekat Naqsyabandiyah itu pun mempunyai sejumlah tata-cara peribadatan, teknik spiritual dan ritual tersendiri. Memang dapat juga dikatakan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah terdiri atas ibadah, teknik dan ritual, sebab demikianlah makna asal dari istilah thariqah, "jalan" atau "marga". Tarekat Naqsyabandiah di Indonesia. Cinta dan suci adalah dua kata yang tak henti-hentinya muncul dalam disiplin tasawuf. Para sufi itulah orang-orang yang menyucikan diri dan jiwanya karena cinta kepada Zat Yang Mahaindah. Abad ke-14 M kawasan Asia Tengah menyaksikan munculnya aliran sufi bernama Naqsyabandiah oleh Muhammad bin Muhammad 11. Wuquf qalbi (kehadiran hati dalam setiap dzikir). Amalan pokok dan mendasar bagi penganut tarekat Naqsyabandiyah adalah dzikrullah (mengingat Allah). Dzikir sendiri terbagi menjadi 3, yakni dzikir dengan lisan, dengan hati, dan dengan anggota badan. Adapun tingkatan dzikir dalam tarekat ini ada tujuh , yaitu: 1. 14Tika Kartika, Peran Syekh Asnawi Dalam Pengembangan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah di Caringin Labuan Banten Tahun 1888-1937 M (Skripsi: Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, 2003), p.41. 15 Ipat Patmawati, Peranan Syekh Khozhim Dalam Mengembangkan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Menes-Pandeglang Tahun 1912- wWfhI.