KISAHASH-HAABUL FIIL: Mari kita simak kisah tentang penyerangan pasukan bergajah serta latar belakangnya yang diterjemahkan dari Tafsir Ibnu Katsir : Berikut ini adalah kisah Ash-haabul Fiil dalam bentuk (uraian) pendek, ringkas, dan (sekedar untuk) memudahkan (dipahami). Telah terdahulu dari kisah Ash-haabul Ukhduud bahwa Dzu Nuwaas yang
Translationand Tafsir of Surah al-Fil. by Waseelah Smedley updated on May 11, 2016. Surah al-Fil was revealed in reference to events which are said to have happened in 570 CE, the year Prophet Muhammad (PBUH) was born. The Christian ruler of Yemen at the time, Abrahah, attacked Mecca with his army (including war elephants, hence the Surah's
TafsirSurat Al-Fiil ( Gajah ) Surat Makkiyyah Surat Ke-105 : 5 Ayat بِسْمِ اللهِ الَرْحَمنِ الَرحِيمِ Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Surat Al-Fiil, Ayat 1-5 أَلَمْ تَرَكَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَــٰبِ ٱلْفِيلِ، أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى
SuratAl Fiil merupakan surat ke-105 di Alquran dan termasuk ke dalam golongan Surat Makiyyah. Al Fiil artinya adalah gajah yang diambil dari ayat pertama surat tersebut. Terdiri dari 5 ayat, surat Al Fiil menceritakan kisah penyerangan Ka'bah yang dilakukan Pasukan Gajah. ADVERTISEMENT.
TAFSIRSURAT AL-FIIL Oleh: Imam Ibnu Katsir رحمه الله Download ± 350 ebook Islam, Gratis!!! kunjungi. f سورة الفيل TAFSIR SURAT AL-FIIL (Gajah)1 "Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang." َ َ ّ ل َرب ك َ َف
Merekadijadikan bagai daun tanaman yang terkena wabah yang mematikan(1). (1) Surat ini menunjuk kepada sebuah ekspansi Abrahah al-Asyram Al-Habasyî yang dikerahkan dari arah Yaman menuju Mekah untuk menghancurkan Ka'bah dengan tujuan agar orang-orang Arab yang melakukan ibadah haji dengan mendatangi Ka'bah tidak lagi dapat melakukannya.
TafsirSurat Al-Fiil. Para ulama sepakat bahwasanya Surat Al-Fiil adalah surat Makiyyah yang diturunkan kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam sebelum berhijrah ke kota Madinah. Surah Al-Fiil menceritakan tentang kisah yang sangat masyhur yaitu kisah Abrahah bersama tentara gajahnya datang ke Makkah ingin menghancurkan Ka'bah.
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia. Quran; Doa; Cerita Hikmah; Tilawah Per Ayat Hasil pencarian tentang surat+al+fiil. tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 1 [[1 ~ FATIHAH AL-KITAB Makkiyyah, 99 ayat ~ Surat al-Hijrtermasuk dalam kelompok surat Makkiyyah.Secara garis besar, surat ini berisi berita dan pelajaran
ridhaal, tafsir al manar muhammad rasyid ridha kitab klasik islam, religion and humanity tafsir al manar, review tafsir al manar slideshare net, tafsir al manar antara al syaikh muhammad abduh dan al, studi kitab tafsir al manar karya muhammad abduh dan, tafsir al manar awan, alkitab com your source for arabic books tafsir al manar, rs onedy25
TafsirSurat Al Fiil, Arab, Terjemah, dan Penjelasannya - Bagian 5 | Bermuslim Oleh Mohammad Rizal Posting Komentar Kembali lagi kami berbagi informasi islami yaitu sebuah tafsir dari salah satu surat dalam al Qur'an, semoga bermanfaat. Kajian Tafsir (62)
oFiPbq. TAFSIR SURAT AL-FIIL Oleh Imam Ibnu Katsir رحمه اهلل Download ± 350 ebook Islam, Gratis!!! kunjungi…. سورة الفيل TAFSIR SURAT AL-FIIL Gajah1 "Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang." ِ َصح ِ َ ُّف فَـ َعل رب اب الْ ِف ِيل َ ْ ك بأ َ َ َ أَلَـ ْم تَـَر َكْي.١ ضلِيل ْ َ أَلَـ ْم ََْي َع ْل َكْي َد ُى ْم ِف ت.٢ 1 Disalin dari kitab Tafsir Ibnu Katsir jilid 8 terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi‟i ِ ِ يل َ َوأ َْر َس َل َعلَْيه ْم طَْْيا أَبَاب.٣ تَـْرِمي ِهم ِِِب َجا َرة ِّمن ِس ِّجيل.٤ صف َّمأْ ُكول ْ فَ َج َعلَ ُه ْم َك َع.٥ 1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara bergajah ? 2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka'bah itu sia-sia? 3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, 4. yang melempari mereka dengan batu berasal dari tanah yang terbakar, 5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. QS. Al-Fiil [105] 1-5 Ini merupakan salah satu dari nikmat Allah menguji kaum Quraisy, yaitu berupa penghindaran mereka dari pasaukan Gajah yang telah bertekad bulat untuk menghancurkan menghilangkan Maka Allah menghinakan Ka'bah bekas serta keberadaannya. membinasakan mereka, dan menggagalkan usaha mereka, menyesatkan perbuatan mereka, serta dengan membawa memalukan. mengembalikan Mereka kegagalan adalah mereka yang kaum Nasrani. Agama mereka pada saat itu lebih dekat dengan agama kaum Quraisy, yaitu penyembahan berhala. Tetapi peristiwa itu termasuk tanda sekaligus pendahuluan bagi pengutusan Rasulullah صلي اهلل عليو وسلم. Sebab, menurut pendapat yang paling populer, pada tahun itu beliau dilahirkan. Secara tersirat, Allah Ta'ala mengatakan, "Kami tidak menolong kalian, wahai sekalian kaum Quraisy, untuk mengalahkan kaum Habsyi, karena posisi kalian yang lebih baik daripada mereka, akan tetapi Kami menghancurkan mereka untuk memelihara Baitul 'Atiq Ka'bah yang muliakan, akan agungkan, senantiasa serta Kami hormati melalui pengutusan seorang Nabi yang ummi tidak dapat membaca dan menulis, Muhammad صلي اهلل عليو وسلمpenutup para Nabi. Berikut ini kisah pasukan Gajah yang disajikan secara ringkas Telah disampaikan kisah Ash-habul dan sebelumnya, Ukhdud singkat. dalam orang-orang yang membuat parit bahwa Dzu Nawwas, yang merupakan raja terakhir kejaraan Himyar. orang dia seorang yang musyrik. membunuh Dialah Ash-habul Ukhdud. Ash-habul Ukhdud adalah orangorang Nasrani yang jumlahnya mendekati orang. Tidak ada yang selamat darinya kecuali Dawus Dzu Tsa'laban. Kemudian Dawud pergi dan meminta bantuan kepada Kaisar, raja Syam, yang juga penganut Nasrani. Kemudian dia menulis surat kepada Najasyi, raja Habasyah, karena keberadaannya yang lebih dekat dengan mereka. Dia mengutus Dawus yang didampingi oleh dua orang amir; Aryath dan Abrahah bin ash-Shabah Abu Yaksum disertai satu pasukan besar. Kemudian mereka masuk ke Yaman dan menyelinap akhirnya ke rumah-rumah, mereka berhasil hingga merebut kerajaan dari Himyar dan Dzu Nawwas pun akhirnya binasa, tenggelam di laut. Habasyah berhasil menaklukkan Yaman dan mereka dipimpin oleh dua orang pemimpin; Aryath dan Abrahah. Kemudian kedua pemimpin itu berselisih pendapat dalam suatu urusan sehingga keduanya beradu mulut dan berperang. Lalu salah satu dari keduanya berkata kepada yang lainnya, "Sesungguhnya kita tidak perlu mengerahkan pasukan di antara kita, tetapi mari kita berhadapan satu lawan satu. Siapa di antara kita yang berhasil membunuh lawan, maka dialah yang berhak menduduki posisi raja. Kemudian tantangan itu pun disambut oleh yang lainnya, sehingga keduanya bertarung. Masing-masing dari keduanya meninggalkan menyerang parit, Abrahah, lalu Aryath kemudian menebasnya hidungnya dan dengan terpotong, wajahnya 'Utudah, pedang sehingga mulutnya terkoyak. pembantu robek, Kemudian Abrahah ikut menyerang Aryath, lalu membunuhnya. Kemudian Abrahah pulang dalam keadaan terluka. Lalu dia mengobati lukanya hingga akhirnya dia pun sembuh dan kemudian dia mampu melatih bala tentara Habasyah di Yaman. Selanjutnya, Najasyi menulis surat kepadanya yang isi-nya mencela apa yang telah dilakukannya seraya mengancam dan bersumpah akan menduduki negaranya menelungkupkan dan ubun-ubunnya. Kemudian Abrahah mengirimkan utusan kepada raja Najasyi untuk menyampaikan rasa dukanya kepadanya. sambil Bersama berbasa-basi utusan tersebut, Abrahah mengirimkan hadiah dan sekantong tanah Yaman. Semuanya itu dikirimkan bersamanya dan dia mengatakan dalam suratnya supaya raja menginjak kantong ini sehingga dia terbebas dari sumpahnya dan inilah ubunubunku telah aku kirimkan bersamanya kepadamu. Ketika semuanya itu sampai kepadanya, dia sangat terheran dibuatnya dan merasa mengakui Abrahah puas dengannya keberadaannya. mengirimkan serta Kemudian utusan untuk mengatakan kepada Najasyi, "Aku akan bangunkan untukmu sebuah gereja di negeri Yaman yang belum pernah dibuat bangunan sepertinya. Lalu dia memulai pembangunan gereja yang sangat besar di Shan'a, sebuah bangunan yang sangat tinggi serta pelataran yang tinggi pula, yang dihiasi di semua sisinya. Bangsa Arab menyebutnya dengan al-qalis, karena bangunannya yang tinggi. Sebab, orang yang melihatnya akan mengangkat kepala sehingga qalansuwab peci yang dikenakannya kepalanya hampir terjatuh karena tingginya dan bangunan. Dan Abrahah al-Asyram bertekad untuk memindahkan haji bangsa Arab ke gereja tersebut sebagaimana mereka selama ini berhaji ke Ka'bah di Makkah. Dan dia serukan hal tersebut di kekuasaannya, sehingga mengundang kebencian Qahthan. warga Kaum Arab Quraisy wilayah 'Adnan dan benar-benar murka karenanya, sehingga sebagian dari mereka ada yang mendatangi gereja itu dan memasukinya pada malam hari serta menghancurkan isi di dalamnya, kemudian dia kembali pulang. Ketika para penjaga mengetahui kejadian tersebut, mereka pun melaporkan hal itu kepada raja mereka, Abrahah seraya berkata kepadanya, "Yang demikian itu dilakukan oleh beberapa orang Quraisy yang marah karena rumah diserupakan mereka dengan Baitullah ini. Selanjutnya, Abrahah bersumpah akan pergi menuju Baitullah di Makkah dan akan menghancurkannya berkeping-keping. Muqatil bin Sulaiman menyebutkan bahwasanya ada sekelompok orang dari kaum Quraisy yang memasuki gereja itu dan membakarnya. Pada hari itu panas benar-benar terik sehingga gereja itu terbakar, runtuh dan rata dengan tanah. Kemudian Abrahah menyiapkan diri dan pergi dengan membawa pasukan yang cukup banyak dan kuat agar tidak ada seorang pun yang mampu melawannya, yang disertai dengan seekor gajah yang sangat besar, belum ada seekor gajah pun sebelumnya yang terlihat sepertinya, yang diberi nama Mahmud. Dan Najasyi, raja Habasyah juga mengirimkan pasukan untuk hal yang sama. Ada juga pendapat yang menyebutkan, bersama Abrahah terdapat delapan gajah. Ada juga yang menyatakan, dua belas gajah lainnya. Wallaabu a'lam. Dengan tujuan untuk menghancurkan Ka'bah, meletakkan pada rantai dengan pilar-pilarnya sedang ujung rantai lainnya diikatkan pada leher gajah, kemudian gajah itu digerakkan agar menjatuhkan tembok itu sekaligus. Ketika warga Arab mendengar kedatangannya, mereka pun berpendapat yang pendapat itu mewajibkan mereka untuk mempertahankan Baitullah serta melawan setiap orang yang hendak menghancurkannya dengan menggunakan taktik tipu daya. Kemudian salah seorang yang paling terhormat dari penduduk Yaman sekaligus sebagai raja mereka yang bernama kaumnya dan Dzu Nafar mengajak orang-orang Arab yang berminat untuk melawan dan memerangi Abrahah dalam rangka mempertahankan Baitullah dan semua tempat yang hendak dihancurkan olehnya. Maka mereka pun menyambut seruan tersebut memerangi Abrahah, berhasil mengalahkan dengan kehendak dan tetapi siap Abrahah mereka, sesuai وجل ّ ّ عز untuk Allah memelihara kemuliaan dan keagungan Baitullah. Dan Dzu Nafar pun ditawanLalu Abrahah memintanya untuk menemaninya. Kemudian dia melakukan perjalanan sehingga ketika sampai di daerah Khats'am, dia dihadang oleh Nufail bin Habib al-Khats'ami bersama kaumnya selama dua bulan terus-menerus, lalu mereka melakukan penyerangan terhadap Abrahah, tetapi dikalahkan oleh mereka pun berhasil Abrahah, dia berhasil menawan Nufail bin Habib dan bermaksud hendak membunuhnya, lalu dia mengampuninya dan meminta agar dia Nufail mau menyertainya untuk menjadi petunjuk bagi Abrahah di negeri Hijaz. Ketika mendekati daerah Tha-if, penduduknya keluar menemuinya serta berbasa-basi kepadanya karena takut akan rumah mereka yang ada di tengahtengah mereka yang mereka beri nama al-Lata. Lalu mereka menghormatinya dan mengirimkan Abu Raghal bersamanya sebagai penunjuk arah. Setelah Abrahah sampai di kota al-Mughammas, yaitu sebuah tempat yang berdekatan dengan kota Makkah, maka dia pun singgah, lalu bala tentara Abrahah merampas harta kekayaan penduduk Makkah yang terdiri dari unta-unta dan lain sebagianya. Mereka mengambilnya begitu saja. Di antara yang dirampas itu terdapat 200 ekor unta milik 'Abdul Muththalib. Dan yang melakukan perampasan atas perintah Abrahah adalah panglima perang yang bernama al-Aswad Ibnu Maqshud. Dan dia diserang oleh beberapa warga Arab, seperti yang disebutkan oleh Ibnu Ishaq. Dan Abrahah mengirim Hanathah al-Himyari ke Makkah dan memerintahkan supaya memanggil pemuka kaum Quraisy serta memberitahukan kepadanya bahwa raja Abrahah memerangi tidak kalian menghalanginya datang kecuali untuk untuk kalian menyerang Baitullah. Kemudian Hanathah al-Himyari datang dan Muththalib menghampiri bin memberitahukan Hisyam tentang 'Abdul dan keberadaan Abrahah seperti yang dipesankan. Lalu 'Abdul Muththalib mengatakan kepadanya, "Demi Allah, kami memeranginya dan tidak kami hendak tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Ini adalah Baitullah yang suci dan rumah kekasihNya, Ibrahim. Kalau memang dia dilarang mendatanginya, maka yang demikian itu karena ia merupakan rumah sekaligus tempat suci-Nya. Demi Allah, kami tidak mampu untuk melarangnya." Kemudian Hanathah begitu, berkata kepadanya, "Kalau datanglah bersamaku untuk menghadapnya Abrahah." Kemudian 'Abdul Muththalib pun pergi bersamanya. Ketika melihatnya, Abrahah menyambutnya. 'Abdul Muththalib adalah seorang yang berbadan tegap lagi tampan. Lalu Abrahah turun dari singgasananya dan duduk di lantai bersamanya. Abrahah bertanya melalui penerjemahnya, "Katakan, apa maksud kedatangannya?" 'Abdul Muththalib berkata kepada penerjemahnya itu, "Aku hanya ingin agar raja mengembalikan 200 ekor unta milikku." Maka Abrahah pun berkata kepada penerjemahnya, "Katakan kepadanya, 'Kamu benar-benar membuatku terheran-heran saat telah aku melihatmu, tetapi kemudian aku menjadi berang kepadamu saat kamu berbicara menuntut 200 ekor unta milikmu yang hilang, tetapi kamu biarkan rumah yang menjadi agamamu dan agama nenek moyangmu. Sesungguhnya aku datang untuk menghancurkannya, sedang engkau tidak menyinggungnya sama sekali dalam pembicaraanmu 'Abdul denganku." Muththalib berkata Kemudian kepadanya, "Sesungguhnya aku adalah pemilik untaunta itu, sedangkan rumah Ka'bah itu mempunyai pemilik sendiri Allah yang akan selalu mempertahankannya." Abrahah berkata, "Dia tidak akan sanggup menghalangiku." "Kamu tidak akan mampu menandingi-Nya," sahut 'Abdul Muththalib. Ada yang menyatakan bahwa Abrahah pergi dengan 'Abdul Muththalib bersama sejumlah pemuka Arab. Kemudian mereka menawarkan sepertiga kekayaan kepada Abrahah sebagai membatalkan Ka'bah. ganti niatnya Namun dia supaya dia menghancurkan menolak tawaran mereka itu dan mengembalikan unta-unta 'Abdul Muththalib. Kemudian 'Abdul Muththalib kembali kepada kaum Quraisy, lalu dia memerintahkan mereka supaya keluar dan Makkah dan berlindung di puncak-puncak gunung, karena khawatir mereka akan merasakan amukan bala tentara Abrahah. Selanjutnya, 'Abdul Muththalib berdiri, lalu memegang daun pintu Ka'bah. bersamanya Dan ikut beberapa pula orang berdiri Quraisy seraya berdoa meminta kepada Allah pertolongan-Nya membinaskan Abrahah serta supaya dan bala tentaranya. Kemudian dengan memegang pintu Ka'bah, 'Abdul Muththalib mengumandangkan sya'ir الَ ُى َّم إِ َّن الـْ َمْرءَ يـَم ـ ـ ـ ك َ َـ ـ ـ ـ ـ ــنَ ُع َر ْحلَوُ فَ ْامنَ ْع ِر َحال صلِْيبَـ ُه ْم َّ َ ِالَيَـ ْغل َ َب ك َ َُوُُمَالَـ ُه ْم أَبَدا ُمـ َحال Tidak ada kebimbangan. Sesungguhnya seseorang telah rumahnya, karenanya rumah-Mu. mereka mempertahankan Kekuatan tidak mengalahkan akan perhankanlah dan tipu daya pernah dapat daya-Mu untuk mengatakan bahwa tipu selamanya. Ibnu Ishaq selanjutnya 'Abdul Muththalib melepaskan gagang pintu dan selanjutnya mereka pergi menuju puncak gunung. Muqatil bin Sulaiman menyebutkan bahwa mereka meninggalkan 100 ekor anak unta di Baitullah dengan diberi kalung, kemungkinan sebagian bala tentara ada yang mengambil sebagian darinya dengan cara tidak benar, sehingga Allah akan menuntut balas dari mereka. Pada pagi harinya, Abrahah bersiapsiap untuk memasuki Makkah dan dia pun telah menyiapkan gajahnya yang bernama Mahmud. Selain menyiagakan mereka itu, dia pun pasukannya. mengarahkan gajah telah Setelah mereka menuju Makkah, Nufail bin Habib datang hingga akhirnya berdiri di samping gajah itu, lalu memegang kupingmu dan berkata, "Duduklah, hai Mahmud, dan kembalilah ke tempat asalmu, karena sesungguhnya kamu sekarang ini tengah berada di negeri Aliah yang suci." Kemudian Nufail melepaskan kupingnya, dan gajah itu pun duduk berderum. Selanjutnya, Nufail bin Habib keluar dan pergi hingga akhirnya mendaki gunung. Sementara, mereka memukul-mukul gajah agar berdiri, tetapi gajah itu enggan berdiri. kepala mereka Kemudian gajah itu mereka dengan memasukkan memukul kapak tongkat dan mereka yang berujung lengkung ke belalainya lalu mereka menariknya supaya ia mau berdiri, tetapi gajah itu menolak. Lalu mereka mengarahkannya kembali Yaman, maka berdiri berjalan gajah cepat. mengarahkannya ke itu Mereka Syam, ke dan juga maka ia melakukan hal yang sama. Lalu mereka mengarahkannya ke timur, maka ia melakukan hal yang sama, yakni berjalan cepat. Kemudian mereka mengarahkannya ke Makkah, maka gajah itupun duduk menderum. Selanjutnya, kepada mereka Allah mengirimkan burung dari lautan semacam burung alap-alap, pada masingmasing burung membawa tiga batu satu batu di paruhnya dan dua batu lainnya di kedua kakinya, batu sebesar biji kedelai dan biji adas, yang tidak seorang pun dari mereka yang terkena batu tersebut melainkan akan binasa. Tidak semua dari mereka terkena batu itu, mereka pergi dan lari terbirit-birit menempuh jalan mencari Nufail agar dia mau menunjukkan jalan kepada mereka. Demikianlah yang mereka alami di daratan, sedang Nufail berada di puncak gunung bersama kaum Quraisy dan menyaksikan warga siksaan Arab yang Hijaz ditimpakan Allah kepada pasukan Gajah tersebut. Nufail berkata ِ ب ُ أَيْ َن الْ َم َفُّر َوا ِإللَوُ الطَّال ِ ب ُ َُواألَ ْشَرُم الْ َـم ْغل َ س الْغَال َ وب لَْي Di manakah tempat berlindung jika Allah sudah mengejar, Dan Asyramlah yang terkalahkan dan bukan yang menang. Ibnu Hisyam mengatakan "Al-ababil berarti kawanan, dan masyarakat Arab tidak menggunakan kata itu dalam bentuk mufrad tunggal. Sedangkan as-sijjil, Yunus an-Nahwi dan Abu 'Ubaidah memberitahuku bahwa menurut masyarakat Arab, kata itu berarti yang sangat keras." Dia mengatakan "Beberapa orang ahli tafsir menyebutkan bahwa keduanya berasal dari bahasa Persi yang oleh masyarakat Arab dijadikan sebagai satu kata, di mana kata as-sanaj berarti batu sedangkan at-jill berarti tanah liat." Lebih lanjut, dia mengatakan "Dan batu itu berasal dari kedua jenis tersebut, yaitu batu dan tanah liat." Dia juga mengatakan "Kata al-'ashf berarti daun tanaman yang belum dipotong. Bentuk mufradnya adalah 'ashfah. Sampai di sini apa yang diucapkannya. Hammad bin Salamah meriwayatkan dari 'Amir, dari Zurr, dari 'Abdullah dan Abu Saiamah bin „Abdirrahman, أَبَابِيل َ طَْْيا dia mengatakan "Yaitu beberapa kawanan burung." Ibnu „Abbas mengatakan dan "Ababil adh-Dhahhak berarti sebagian mengikuti sebagian lainnya." Al-Hasan alBashri dan "Ababil berarti Mujahid Qatadah yang mengemukakan sangat mengatakan banyak," "Ababil berarti sekumpulan yang saling mengikuti dan berkumpul." Sedangkan Ibnu Zaid mengatakan “Al-ababil berarti yang berbeda-beda, yang datang dari semua penjuru.”. Al-Kisa-i menyebutkan “Aku pernah mendengar beberapa orang ahli nahwu mengatakan 'Bentuk tunggal dari kata abaabiil adalah ibiil”. Firman Allah Ta'ala كول ُ َّْمأ صف ْ فَ َج َعلَ ُه ْم َك َع "Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan." Sa'id bin Jubair mengatkan "Yakni, jerami yang kaum awam menyebutnya dengan habur," Dan dalam sebuah riwayat dari Sa'id, yaitu daun gandum. Dan dari Ibnu „Abbas, al-'ashf berarti kulit yang ada di atas biji, semacam penutup pada biji gandum, Ibnu Zaid mengatakan "Al- 'ashf berarti daun tanaman atau daun kol jika dikotori dimakan sehingga oleh binatang, menjadi lalu kotoran." Artinya, bahwa Allah Tabaaraka wa Ta'ala membinasakan, mengembalikan melenyapkan, mereka dengan dan tipu muslihat dan kemarahan mereka. Dan mereka tidak mendapatkan kebaikan sama sekali. Mereka dibinasakan secara keseluruhan dan tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali memberitahu melainkan dalam sebagaimana mereka, keadaan yang dialami Abrahah. menggambarkan Di hal terluka, oleh antara tersebut raja yang adalah sya'ir 'Abdullah bin az-Zab'ari berikut ini2 Mereka mundur menyingkir dari tengah kota Makkah, sesungguhnya kota Makkah itu kesuciannya tidak dapat diusik Pada malam-malam yang dijaga tersebut bintang asy-Syi'ra tidak pernah muncul karena tidak ada seorang manusia pun yang mampu menjamahnya Tanyakan kepada komandan pasukan tentangnya, apa yang dia lihat, maka orang yang mengetahuinya akan memberitahukannya kepada orang-orang yang tidak mengetahuinya. 2 Dalam versi cetak syair ada teks arab-nya. ~Ibnu Majjah Enampuluh ribu prajurit tidak kembali ke negerinya, bahkan prajurit yang kembali dalam keadaan sakit akhirnya meninggal dunia. Dahulu pernah datang ke sana bangsa/kaum 'Aad dan Jurhum sebelum mereka, namun Allah dari atas hambahambanya selalu menegakkannya menjaganya. Dan kami penafsiran telah surat sampaikan al-Fath3 pada bahwasanya Rasulullah صلي اهلل عليو وسلم, ketika beliau pada saat terjadi peristiwa Hudaibiyah menuruni lembah, tiba-tiba unta beliau menderum. Kemudian menghardiknya, tetapi duduk 3 menderum. unta Kemudian mereka itu tetap mereka Ayat ke-26. berkata, al-Qushwa‟ duduk mengembik. Maka Rasulullah صلي اهلل عليو وسلم bersabda ص َواءُ َوَما ذَ َاك لَـ َها ِِبُلُق َولَكِ ْن ْ َما َخ ََل ْ َت الْ َق ِ ال َوالَّ ِذي نَـ ْف ِسي بِيَ ِدهِ َال َ َس الْ ِف ِيل ُثَّ ق ُ َحبَ َس َها َحاب ِ يسأَلُ ِون خطَّة يـعظِّمو َن فِيها حرم ات اللَّ ِو إَِّال َُ ُ َ ُ َُ ُ َْ َجْبتُـ ُه ْم إِلَْيـ َها َأ "Al-Qushwa' tidak mengembik dan itu bukan sifatnya. Tetapi ia telah dihalangi oleh apa yang menghalangi gajah." Kemudian beliau bersabda- "Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, pada hari ini mereka tidak akan menuntut bagian dariku, yang padanya mereka mengagungkan apa-apa yang ada di sisi Allah melainkan Dia menjadikan mereka menyukainya.” Kemudian beliau menghardik unta tersebut, maka unta itu pun akhir-nya mau berdiri. Hadits tersebut termasuk hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari sendirian. Dan dalam kitab ash-Shahihain disebutkan bahwa Rasulullah صلي اهلل عليو وسلم bersabda pada hari Fat-hu Makkah ِ َّ َّ ِ َ َّيل َو َسل ُط َعلَْيـ َها َر ُسولَو َ س َع ْن َمكةَ الْف َ َإ َّن اللوَ َحب ِِ ت ُحْرَمتُـ َها الْيَـ ْوَم َك ُحْرَمتِ َها ْ ي َوإِنَّوُ قَ ْد َع َاد َ َوالْ ُم ْؤمن ِ َس أَالَفَـ ْليبـلِّ ِ ال َِّاى ُد الْغَاب ِ بِ ْاألَ ْم ب َُ َ Sesungguhnya pasukan Gajah Makkah. Dan Allah dari Dia menahan memasuki kota menguasakan kota Makkah kepada Rasul-Nya dan orangorang yang beriman. Dan sesungguhnya kehormatan kota Makkah pada hari ini telah kembali seperti kehormatannya kemarin. Ingatlah, hendaklah orang yang hadir memberitahu orang yang tidak hadir."[]
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِArab-Latin a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīlArtinya 1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍa lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka’bah itu sia-sia?وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَwa arsala alaihim ṭairan abābīl3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍtarmīhim biḥijāratim min sijjīl4. yang melempari mereka dengan batu berasal dari tanah yang terbakar,فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭfa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. Sekilas Tentang Surat Surat ke-105 al-Fil, artinya Gajah, lengkap ayat 1-5. Di dalam surat yang mulia ini memiliki kandungan penampakan kekuasaan Allah dalam menjaga Baitullah, sebagai bentuk peringatan dan karunia. Konten Tersering Dibaca Ada berbagai halaman yang tersering dibaca, seperti surat/ayat Al-Bayyinah, Ali Imran 159, Al-Insyirah, At-Tin, Inna Lillahi, Al-Alaq. Ada pula Alhamdulillah, Al-Baqarah 183, Al-Fil, Al-Fath, Al-Ma’un, Yusuf 4. Al-BayyinahAli Imran 159Al-InsyirahAt-TinInna LillahiAl-AlaqAlhamdulillahAl-Baqarah 183Al-FilAl-FathAl-Ma’unYusuf 4 Pencarian ali imran ayat 190 191, surat uasin, tulisan arab surat al alaq 1-5, al luqman ayat 18, surat maidah Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
Ilustrasi Alquran yang berisi Surat Al Fiil. Sumber Al Fiil merupakan surat ke-105 di Alquran dan termasuk ke dalam golongan Surat Makiyyah. Al Fiil artinya adalah gajah yang diambil dari ayat pertama surat tersebut. Terdiri dari 5 ayat, surat Al Fiil menceritakan kisah penyerangan Ka'bah yang dilakukan Pasukan Gajah. Bacaan Surat Al Fiilبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِاَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡحٰبِ الۡفِيۡلِؕ 1Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi ashaabil fiilArtinya "Tidakkah engkau Muhammad perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?"اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ 2Alam yaj'al kai dahum fii tad liilArtinya "Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?"وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ 3Wa arsala 'alaihim tairan abaabiilArtinya "dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,"تَرۡمِيۡهِمۡ بِحِجَارَةٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍ 4Tar miihim bi hi jaaratim min sij jiilArtinya "yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,"فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ 5Faja 'alahum ka'asfim m'akuulArtinya "sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan ulat."Ilustrasi Alquran yang berisi Surat Al Fiil. Sumber Ibnu Katsir soal Kisah Pasukan GajahMengutip Buku Tafsir Ibnu Katsir Volume 7 yang diterjemahkan oleh Dr. 'Abdullah, kisah ini bermula dari keirian Gubernur Yaman, Abrahah Al-Asyram, melihat Ka'bah yang sangat ramai pengunjung tiap tahunnya. Ia bertekad memindahkan kunjungan bangsa Arab ke gereja yang akan dibangunnya, sehingga Yaman akan ramai pun membangun gereja yang amat megah dan tinggi. Bangsa Arab menyebutnya al-qalis. Sebab, orang yang melihatnya akan mengangkat kepala sehingga qalansuwah peci yang dikenakannya hampir terjatuh dari kepalanya saking tingginya bangunan hal tersebut mengundang kebencian masyarakat Adnan dan Qahtan. Kaum Quraisy benar-benar murka karenanya. Sebagian dari mereka pun mendatangi gereja dan menghancurkan isi di dalamnya. Abrahah yang marah pun bersumpah akan menuju Baitullah di Makkah dan menghancurkannya Abrahah menyiapkan pasukan dalam jumlah yang besar disertai sekawanan gajah. Abrahah berencana meletakkan rantai pada pilar-pilar Ka'bah, lalu ujung rantai lainnya diikatkan ke leher gajah. Tujuannya agar ketika gajah itu digerakkan, tembok Ka'bah akan ikut Abrahah Menuju MakkahMuncul penyerangan dari Dzu Nufar dan orang Arab kepada Abrahah untuk mencegahnya dan mempertahankan Ka'bah. Akan tetapi, Abrahah berhasil mengalahkannya. Dzun Nufar ditawan dan diminta untuk ikut dalam rombongan di daerah Khats'am, Abrahah dihadang oleh Nufail bin Habib al Khats'ami bersama kaumnya selama dua bulan berturut turut. Akan tetapi, Abrahah berhasil mengalahkannya dan menawan ada penyerangan ketika Abrahah mencapai Kota Tha'if, bahkan warga di sana mengirimkan Abu Raghal kepada Abrahah sebagai petunjuk singgah di kota al-Mughammas, kota terdekat dengan Makkah. Lalu, bala tentaranya yang dipimpin oleh panglima perang Al Aswad Ibnu Maqshud merampas harta kekayaan penduduk makkah, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memerangi warga Arab, kecuali jika ada yang menghalanginya untuk menghancurkan Ka'bah. Abdul Muthalib pun menghadap Abrahah. Ia meminta agar 200 untanya dikembalikan dan bersedia mengungsi ke puncak gunung seraya berkata"Sesungguhnya aku adalah pemilik unta-unta itu, sedangkan Ka'bah itu miliki Allah yang akan selalu dipertahankannya."Pemuka Quraisy menawarkan sepertiga kekayaan mereka untuk Abrahah sebagai ganti agar dia tidak menghancurkan Ka'bah, tetapi mengungsi ke puncak-puncak gunung, Abdul Muthalib memegang daun pintu Ka'bah seraya berdoa kepada Allah. Ia meminta pertolongan supaya membinasakan Abrahah dan bala ketika mereka mengarahkan gajah menuju Makkah, Nufail bin Habib datang berdiri di samping Mahmud, gajah miliknya, lalu memegang kupingnya dan berkata, "Duduklah, hai Mahmud, dan kembalilah ke tempat asalmu, karena sesungguhnya kamu sekarang ini tengah berada di negeri Allah yang suci." Kemudian, gajah itu pun duduk berderum. Naufal berjalan mendaki Abrahah memukul-mukul gajah itu agar berdiri dan berjalan menuju Makkah, tetapi ia enggan berdiri. Berbagai cara mereka lakukan, tetapi tetap saja ia enggan berdiri. Namun, ketika diarahkan ke Yaman dan Syam, gajah itu berdiri dan berjalan cepat. Kemudian, mereka coba arahkan ke Makkah lagi, gajah tersebut kembali Allah mengirimkan kepada mereka kawanan burung dari lautan seperti burung alap-alap. Masing-masing burung membawa tiga batu satu batu ditaruh paruh dan dua batu di kedua kaki. Batunya sebesar biji kedelai dan biji adas. Namun, siapapun yang terkena batu tersebut akan binasa. Pada akhirnya, pasukan gajah yang dipimpin Abrahah pun kalah. Kaum Quraisy yang berada di puncak gunung kembali ke kediaman masing-masing.